Tiki mengecewakan!

Seharusnya saya tidak menuliskan Surat keluhan ini, tetapi peristiwa yang mengecewakan terhadap pelayanan jasa Tiki yang merugikan hak hak pemakai jasa titipan barang mendorong saya menuliskan Surat ini.

Setibanya di tanah air, segera saya membuat paket kiriman berisikan beberapa Surat titipan teman dari Jerman, serta beberapa mainan kunci antik koleksi saya dari manca negara (senilai lebih kurang Rp. 2.000.000,-) untuk oleh-oleh kepada kakak saya yang beralamat di: Jl. Nurdin I. No. 3 PAV. Jakarta Barat. Saya mengirimkannya lewat Tiki cabang Sibolga tanggal 3 Februari 2006 dengan nomor Bukti Tanda Terima Kiriman Barang: 02 003 116 2690.

Seminggu setelah itu, saya menghubungi kakak saya di Jakarta agar di cek keberadaan titipan tersebut di Tiki Jakarta dengan telp. 021-31922309. Tiki Jakarta mengatakan barang belum tiba di Jakarta mohon sipengirim menghubungi Tiki Sibolga.
Saya menghubungi Tiki Sibolga lewat telpon yang diterima oleh Ibu Diana telp. 0631-22831, karena saya berada di Nias (di luar Sibolga) harus melakukan konfirmasi itu dengan menggunakan jasa interlokal.
Menurut Ibu Diana, akan di cek keberadaan titipan tersebut dalam dua hari. Mohon bersabar, setelah dua hari saya menelpon lagi Ibu Diana dan juga masih minta bersabar! Ini sudah berlangsung lima kali konfirmasi, tanpa kepastian dan tanpa perkembangan informasi.
Saya telah memenuhi semua permintaan data, seperti mengirim fax bukti kirim ke Tiki Jakarta Fax. 021-3103619 juga tanpa tanggapan.

Saya dipingpong, dengan menyuruh saya menghubungi Bapak Dino di Tiki Jakarta pusat, sebagai penanggungjawab Tiki Pusat. Demikian juga kakak saya sudah di pingpong oleh petugas Tiki Jakarta pusat, untuk menelpon sipengirim dan pihak Tiki cabang Sibolga.

Saya terkesan Tiki tidak bertanggung jawab dan telah mengabaikan hak-hak pelanggan, dengan menganggap remeh laporan keluhan dan dengan sengaja mempingpong pelanggan untuk melepaskan tanggungjawab. Jika Tiki bertanggungjawab, tentu dengan mudah menelesuri jejak Barang kiriman tersebut, dimana sangkutnya. Karena mereka punya data pengiriman yang lengkap. Kalau hal itu tidak bisa dilakukan oleh pihak Tiki yang sudah punya nama, maka Tiki sudah mulai kehilangan kepercayaan masyarakat dan pelanggannya.

Hingga saya kembali ke Jerman tgl. 24 Februari masih sempat saya datang ke kantor Tiki Sibolga, tetapi belum ada juga kepastian. Hingga saat ini, nasib Barang titipan saya tersebut belum jelas keberadaannya.

Karena itu saya menghimbau kepada masyarakat pengguna jasa Tiki untuk lebih berhati-hati.

4 comments:

  1. Pak Justin, mudah-mudahan surat pembaca bapak bisa segera dimuat ya pak.

    salam

    apollo

    ReplyDelete
  2. surat pembaca bapak, mudah-mudahan, kalau tidak ada aral melintang, akan dimuat di kompas edisi sabtu (11/3) ya pak. tolong dicek saja.

    yaahowu
    www.apollolase.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Terim's Pak Lase, sudah dimuat tuh, semoga Tiki membacanya dan memberi respon yg menjelaskan di mana hilangnya. Kita tunggu saja, sampai batas waktu!

    ReplyDelete
  4. indo mah biasa....pak post aja boleh buka paket kita kita

    ReplyDelete